Fast Courier, Ojek Online Lokal di NTB Siap Saingi Grab dan Gojek

Mataram, Pejuangmuda.com – Dunia transportasi online nasional kini didominasi sejumlah pemain besar seperti Gojek dan Grab. Namun bukan berarti pemain baru tak bisa masuk, mencoba peruntungan.

Buktinya, NTB juga punya transportasi online lokal bernama Fast Courier. Sebenarnya Fast Courier bukanlah pendatang baru. Layanannya sudah ada sejak tahun 2015 namun pemasarannya hanya berkutat lewat social media.

”Kami ada sebelum Gojek dan Grab hadir di Lombok. Tapi karena saat itu dibuat sekedar iseng, jadi tidak ada strategi pemasaran khusus yang kita lakukan sampai sekarang,” jelas Indah Kartika Dewi, sang pemilik.

Pelayanan yang ditawarkan mencakup antar jemput penumpang. Serta pengiriman barang dan makanan di restoran yang terdaftar sebagai mitra usahanya. Tarif hanya Rp 10.000 untuk pengantaran ke seluruh Kota Mataram. Juga, tidak ada biaya tambahan setiap pesanan.

”Kita support teman-teman pengusaha kuliner, online shop dan lainnya. Kita juga bantu promosi usahanya lewat sosial media. Jumlah mitra usaha yang terdaftar saat ini sudah ratusan restoran,” ujarnya bangga.

Ia mengaku, sejak ada Korona pihaknya meniadakan orderan antar jemput penumpang. Itu akan diberlakukan sampai situasi bisa kembali normal. Untuk itu ia memperluas peluang bisnis dengan menghadirkan fasilitas belanja ke pasar secara virtual. Polanya melalui kurirpasartradisional.com. Kebutuhan dibeli di Pasar Bertais dengan pengiriman dilakukan hari berikutnya. Dimulai sejak pukul 10.00 Wita.

”Total kurir kami ada 40 orang ditambah dua staf admin. Karena saat ini Korona, jadi kita bisa manfaatkan dua peluang. Semua kurir tetap bekerja, dan masyarakat juga bisa tetap belanja dengan aman lewat web saja,” katanya.

Bisa dikatakan, Korona membawa dampak positif bagi usahanya. Aneka fasilitas tambahan yang ditawarkan, membuat Fast Courier biasa menerima 300-350 orderan dalam sehari. Jumlah tersebut membuktikan bahwa transportasi online lokal pun tidak kalah pamor dengan milik nasional.

”Karena kita sudah lebih dulu, jadi lebih dikenal. Apalagi dari segi tarif, kemudahan, dan promo yang kami tawarkan juga berbeda dengan ojek online lainnya,” ujarnya.

Lale Sukma, salah satu pelanggan mengatakan sudah menjadi pengguna layanan sejak duduk di bangku kuliah semester II. ”Saat itu nge-kost tapi belum punya motor. Jadi kehadiran Fast Courir membantu saya memenuhi beragam kebutuhan,” ceritanya.

Meski kini Gojek dan Grab lebih mendominasi, ia masih tetap setia menggunakan layanan Fast Courier.

”Karena harganya jauh lebih murah. Tentu ini jadi poin plusnya bagi perantau seperti saya,” imbuh gadis asal Lombok Timur ini (eka)