MENU

Pemprov NTB Beri Dukungan Penuh Produk Lokal Ramah Lingkungan

Mataram, Pejuangmuda.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap mendukung produk olahan limbah sesuai dengan program unggulannya, Zerowaste. Salah satu dukungan yang akan diberikan adalah membantu UMKM terkait dalam proses pemasarannya melalui aplikasi NTB Mall. NTB Mall merupakan sebuah aplikasi market place milik NTB yang berisi seluruh produk lokal UMKM anak daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi Lombok Eco Flea Market/Bambook Studio di Ruangan Wagub, Rabu, 30 Desember 2020.

Dalam audiensi tersebut, Lombok Eco Flea Market/Bambook Studio memperkenalkan berbagai produk lokal masyarakat NTB yang terbuat dari limbah plastik, rotan, limbah batok kelapa dan diolah cantik menjadi berbagai kerajinan seperti keranjang, ikat rambut, sikat gigi, hingga mangkok serbaguna.

“PR kita bersama adalah hilirisasinya untuk zero waste NTB dan bagaimana nanti seluruh produk seperti ini bisa disupport supaya nantinya produk ini bisa digunakan di hotel-hotel yang ada di NTB,” ujar Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub.

Ummi Rohmi juga menyebutkan produk lokal seperti yang diproduksi oleh Bambook Studio bisa dipasarkan melalui NTB Mall sehingga bisa dilihat oleh seluruh dunia.

Selain itu, Wagub juga berpesan agar dinas terkait dapat merangkul Bambook Studio untuk membuat pelatihan berbagai kerajinan bagi warga NTB.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah pelatihan dan pabrik berskala besar, jadi barang-barang yang dihasilkan memiliki harga jual yang bisa dijangkau/murah sehingga kita bisa memaksimalkan hotel-hotel di NTB untuk menggunakan barang-barang lokal dan nilai jualnya akan meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Paula Huerta Andres, pemilik Bambook Studio sekaligus anggota Lombok Eco Flea Market mengaku antusias terhadap dukungan yang diberikan oleh Pemprov NTB atas usaha dan gerakan ramah lingkungan yang digelutinya.

“Kami membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mendukung inisiatif hijau dan inisiatif lokal. Masa depan anak-anak kita bergantung padanya dan kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” tegasnya.

Paula menambahkam, selama setahun terakhir, usaha yang Lombok Eco Flea Market geluti telah terbukti menjadi model bisnis yang berkembang sangat sukses dengan mensertifikasi hampir 50 bisnis lokal sebagai vendor “Lombok Eco Flea Market”.

“Pertumbuhan, bagaimanapun, seringkali membawa tantangan, dan sekarang kami telah mencapai batas ukuran kami dan membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah kami,” ujarnya.

Tidak hanya untuk menemukan tempat yang lebih besar, tetapi juga untuk mendukung promosi dan pemasaran, dalam memperluas dan mempermudah sehingga lebih banyak vendor lokal dapat bergabung dengan Lombok Eco Flea Market.

“Dan bersama-sama kami dapat membantu mengubah ekonomi saat ini menuju ekonomi hijau,” tandasnya.