Mataram, Pejuangmuda.com Ditengah gemerlapnya Kota Mataram, menyimpan beribu harapan masyarakat kecil yang mengidamkan kehidupan yang layak.

Hasan (60) tukang sol sepatu, di Ampenan, asal dari Lombok Tengah tepatnya kampung jawa dan sekarang tinggal dan menetap di kampung banjar, Ampenan.

Hasan yang setiap hari mengais rezeki lewat jarum dan benang yang terus menjahit sol demi sol sepatu. Kondisi yang sudah renta dan kulit yang nampak keriput tidak menghalanginya untuk tetap semangat demi penghidupan keluarganya di rumah.

Ayah dari 1 orang anak laki-laki (40) dan 1 cucu perempuan (2) itu mengatakan penghasilan sehari harinya sekitar 30 ribu.

“Kalau dulu bisa saya dapat sehari 50 ribu, tapi sekarang karena sudah menjamurnya tukang sol sepatu, membuat persaingan semakin banyak,” ungkapnya.

Suami dari Sanah (50) itu mengatakan sekarang masih banyak pemuda yang menganggur sudah menikah, maka dari itu mereka mencoba menjadi tukang sol sepatu, walaupun hasilnya minim, “apalagi dampak pandemi Covid-19, sangat sepi,” tutur Hasan

Sementara itu, Sanah istrinya sebagai penjual kue keliling. Hasan mengaku karena kalau istrinya tidak membantu berjualan, tidak akan cukup penghasilannya sendiri untuk mencukupi kehidupan sehari hari, jelasnya kepada wartawati MediaAnalisIndonesia.

“Untuk tempat tinggal, saya menyewa kontrakan yang sempit. Perbulan bayar sewa 300 ribu,” ucapnya lirih.

Di usia 60 tahun ini, seharusnya ia nikmati masa tuanya dengan damai dan tenang.

“Begini nasib orang miskin,” ucapnya dengan ekspresi yang memelas.

“Alhamdulillah sekarang kita sudah dapat bantuan dari Pemerintah Kota Mataram. Berupa Gerobak Kaki Lima yang bagus dan sesuai dengan keperluan kami,” ucapnya dengan penuh syukur.

“Harapan saya ke depan mewakili rekan seprofesi, mudah mudahan kita dapat bantuan modal dan pembinaan dari pemprov, untuk kedepannya mataram ini bisa tertata perekonomiannya dan makmur masyarakatnya,” harapnya sambil sesekali menghela nafas panjang dan lirih. (Yyt)

Share.

Leave A Reply