Mataram, Pejuangmuda.com – Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 berdampak buruk terhadap sektor kesehatan dan pembatasan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sejak Maret lalu.

Tak hanya mengakibatkan terpuruknya pertumbuhan ekonomi di NTB. Tetapi juga menurunkan drastis pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok (bapok), di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Nusa Tenggara Barat.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB-pun tak berpangku tangan. Beragam kebijakan untuk meringankan beban hidup masyarakat, juga stimulus ekonomi diluncurkan pemerintah daerah.

Salah satunya adalah bantuan paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang isinya serba produk masyarakat NTB, penyediaan beragam kebutuhan tersebut, pemerintah daerah mewajibkan pengunaan produk produk dari IKM/UKM lokal.

Program ini, selain mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus dapat memutar perekonomian rakyat dan menghidupkan aktivitas produksi.

Tak hanya pada masa pandemi ini saja, tetapi pasca Covid 19 nantinya, seluruh IKM/UKM lokal diharapkan mampu mandiri dan bersaing pada pasar yang lebih luas, khususnya di NTB.

Organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi partner setia para ASN ini, telah mendistribusikan 700 paket bantuan sosial sembako Non JPS kepada sejumlah kelompok masyarakat. Diantaranya untuk penjaga malam, tukang kebun dan petugas kebersihan pada kantor- kantor pemerintah. Juga menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan dharma wanita persatuan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

L Hj. Lale Priyatni Gita Ariadi atau akrab disapa Hj. Lale Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, didampingi sejumlah pengurus DWP Provinsi NTB, Sabtu (04/07/2020), saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan lansia di Daerah Binaan Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram, mengungkapkan bahwa isi dari paket bantuan tersebut tak jauh beda dengan JPS Gemilang.

Satu paket bantuan sosial non JPS dari Dharma Wanita, kata Hj. Lale berisi telur ayam 10 butir, minyak kelapa 2 liter, ikan asin, sabun dan beras 5kg. “Semuanya merupakan produk dari usaha masyarakat, yaitu IKM dan UKM kita.

“Tetap syukuri apapun bentuk kenikmatan yang berikan Allah walaupun itu hanya sedikit,” harap Hj Lale seraya tersenyum manis.

Hj. Lale Priyatni Gita Ariadi Istri Sekda NTB, mengimbau kepada warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak serta tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi saat ini.

“Meskipun ini sulit untuk dijalani, tetapi mari kita terus berikhtiar dan berdoa semoga kita semua tetap diberikan kesehatan,” harap Hj.Lale.

Sepekan terakhir, Organisasi DWP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyalurkan 700 Paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Diantaranya kepada petugas kebersihan, tukang kebun, dan penjaga malam pada seluruh OPD Provinsi NTB. Kemudian kepada masyarakat di bawah DWP Lombok Barat, Para petugas Islamic Center dan warga Daerah Binaan DWP yaitu di daerah Sayang-Sayang, Tanjung Karang, Karang Genteng, serta sejumlah masyarakat kurang mampu di Desa Puyung, Lombok Tengah juga. (Yyt)

Share.

Leave A Reply