Pejuangmuda.com, Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah – Akan menjadi venue baru dari pelaksanaan rutin Festival Bau Nyale 2020. Pantai ini berada di sisi timur, namun masih berada di garis pantai panjang di Teluk Kuta. Meski sudah tak lagi ada Batu Payung, pantai Tanjung Aan juga memiliki banyak pesona keindahan lainnya.

Ini dia rangkaian acara FBN 2020 di lokasi yang baru.

Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok | Photo by : Liputan6

Banyak Jalan Menuju Pantai Tanjung Aan di FBN 2020

Agar nyaman mengikuti seluruh rangkaian acara, atau jika hanya menargetkan dua hari di puncak FBN 2020, berikut beberapa pilihan terbaik jalur menuju pantai Tanjung Aan.

Pertama, jalur utama dari desa Kuta. Jalur ini utamanya dilalui para pendatang baru, atau para tamu wisata yang ingin mendatangi Tanjung Aan. Misalnya, jika memulai dari area Bandara Internasional Lombok (BIL), Anda akan melewati desa tradisional Sade. Jalur ini juga membuat Anda melwati komplekas Masjid Raya Nurul Bilad. Perjalanan bermobil atau pun motor, relatif sama-sama membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 45 menit.

Kedua, jalur ini biasanya ditempuh, jika jalur utama terlalu padat. Atau memang sengaja menghindari jalur utama. Umumnya dipilih oleh para warga Lombok sendiri. Pintu masuk utama jalur ini, sekaligus juga salah satu gerbang besar di sisi timur, lajur by pass Mandalika. Di jalur ini pula, bisa mengarah ke pantai Gerupuk. Salah satu spot  pantai surfing terbaik Lombok.

Ketiga, jalur tikus. Jalur ini tidak disarankan, kecuali jika Anda ditemani oleh warga asli Kuta atau Mandalika. Jalur tikus ini merupakan jalur-jalur yang terbuka, efek dari proses pembangunan kompleks sirkuit Moto GP. Jalur ini riskan membuat nyasar, meski jalan-jalan yang terbuka berada di kawasan lapang. Sebagian jalur mengarah ke bukit-bukit, bakal lajur sirkuit, atau mengarah ke gang buntu (kompleks rumah warga yang belum pindah).

Event Hari-Hari Awal FBN 2020

Putri Mandalika di panggung utama. Malam puncak Bau Nyale dan siluet dua petarung perisaian

Akan dilaksanakan selama sepekan, FBN 2020 langsung dibuka dengan beberapa lomba. Lomba Foto, dimulai langsung di hari pertama, diikuti dengan hiburan pertunjukan tradisional. Pertunjukan ikonik Lombok, Peresean.

Peresean dihelat selama lima hari penuh. Di ajang ini, foto-foto ikonik yang sarat budaya Lombok mudah didapatkan. Sekaligus juga bisa menjadi materi meramaikan Lomba Foto FBN 2020 sendiri. Mimik garang para Pepadu, sikap-sikap sportif mereka jika akhirnya ada salah seorang yang cedera, atau juga beragam ekspresi para penonton. Koleksi foto on spot, yang seringkali menjadi buruan para fotografer, videografer atau bahkan youtuber.

Di samping Lomba Foto dan Peresean, tercatat tiga acara lain, pelengkap pre event sebelum malam puncak Bau Nyale. Salah satunya, Dialog Kreatif dan Fashion, dan Mandalika Fashion Carnival.

Dua Hari Puncak FBN 2020

Berlomba mengumpulkan cacing nyale

Dua hari puncak FBN diagendakan pada tanggal 14 dan 15 Februari. Di dua hari ini, tiga event bisa dinikmati. Pertama, Mountain Bike Mandalika di tanggal 14. Lalu, Kampoeng Kuliner, yang di dua tahun sebelumnya wajib hadir di hari puncak Bau Nyale.

Mountain Bike Mandalika, menjadi satu acara baru. Suasana dan adrenalin para peserta lomba, menambah nuansa baru dari perhelatan rutin Bau Nyale. Di sini, bisa menjadi ajang baru perburuan koleksi foto, berlatar barisan perbukitan di kawasan Mandalika. Juga kawasan yang menjadi bakal dari sirkuit Moto GP.

Lalu, tentu saja kuliner-kuliner khas Lombok Sumbawa di Kampoeng Kuliner. Sedikit catatan dari Bau Nyale 2019, seharusnya Kampoeng Kuliner menghadirkan semua ragam kuliner khas. Tak hanya dari Pulau Lombok, namun juga dari pulau Sumbawa. Kekayaan ragam kuliner ini lah, yang bisa diharapkan menjadi magnet kunjungan di FBN 2020. Jadi, besar harapan, Kampoeng Kuliner di tahun ini bisa menyediakan kekayaan kuliner Lombok Sumbawa.

Terakhir, momen-momen puncak di hari terakhir, 15 Februari. Rangkaian hiburan di panggung utama. Kesibukan para penduduk Lombok sendiri, para pendatang serta khususnya para warga kawasan Mandalika. Kisah, suasana, atau pun momen menjelang munculnya para Nyale – cacing laut warna-warni. Ikon utama di setiap penyelenggaraan event FBN.

Untuk mendapatkan kesan terbaik FBN 2020, pastikan Anda dalam kondisi sehat. Utamanya membekal gadget dengan memori lapang, untuk tidak sampai melewatkan momen serta kesan terbaik di event Bau Nyale.

Waktu Terbaik Menikmati Bau Nyale 2020

Suasana pagi di hari puncak Bau Nyale

FBN diagendakan berjalan selama sepekan. Namun, dua hari di acara puncak, masih menjadi magnet utama dari keseluruhan rangkaian acara. Mengapa? Momen utama munculnya cacing laut warna warni, yaitu Nyale sendiri, menjadi momen puncak yang sekaligus menjadi puncak kepadatan pengunjung.

Untuk itu, hubungi agen atau sahabat terdekat Anda di Lombok, agar membantu mendapatkan area untuk berkemah. Kalau pun Anda memilih tinggal di hotel atau akomodasi lainnya di kawasan Mandalika, berangkatlah lebih awal agar tidak terjebat macet. Siapkan pula resiko menghabiskan malam tanpa istirahat, karena pengunjung tetap Bau Nyale, bahkan sudah mulai menyisiri laut sejak pukul tiga pagi.

Yang utama, bijaklah dengan sampah. Bekali diri dengan tumbler air minum besar, serta tas kain untuk menampung sampah pribadi Anda. Selamat berlibur!

Penulis: Muslifa Aseani (Kadiv Humas GenPI LS 2020)

Sumber : www.genpilomboksumbawa.com

Share.

Leave A Reply