Keren, 3 Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Ini Rancang Aplikasi Edukasi Stunting

INSPIRASI: Ketiga mahasiswa Unham ini patut dijadikan inspiraasi kalangan remaja karena inovasinya menciptakan aplikasi stunting. Dari kiri Arman Hadi Prodi Pendidikan Teknik Informatika semester 6 (Jas Hijau), Matroatul Munawaroh, PGSD Semester 8 | Ishak Baedhowi, Teknik Informatika Semester 6.

Lombok Timur, Pejuangmuda.com— Isu stunting kini sudah menjadi masalah nasional. Tak terkcuali di Kabupaten Lombok Timur. Tak heran  jika pemerintah desa diharuskan menganggarkan masalah ini dengan porsi 40 persen dari dana desa.

Di tengah persoalan yang membelit balita di Indonesia itu, inovasi lahir dari Kampus Universitas Hamzanwadi (UNHAM) Selong Lombok Timur. Tiga mahasiswa kampus ini menciptakan aplikasi terkait edukasi stunting.

“Aplikasi ini namanya Edukasi Stunting berbasis android, biar gampang diakses,” kata Ketua Kelompok Pencipta Aplikasi, Ishak Baedhowi, Kamis (9/4).

Dengan adanya aplikasi tersebut, dapat memudahkan masyarakat  dalam mengakses segala bentuk informasi yang berkaitan dengan masalah edukasi tentang stunting. Aplikasi ini juga  cukup kompleks, sehingga butuh dana yang tak sedikit untuk bisa mewujudkannya.

Ia menceritakan, aplikasi ini muncul berkat kolaborasi bersama teman seangkatannya di UNHAM. Pada tahun 2019 kemaren, ia bersama tim mengusulkan aplikasi ini untuk ikut dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang di adakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

Ia menjelaskan, saat ini aplikasi tersebut masih dalam bentuk prototype. Belum berbentuk produk. Ini disebabkan karena mereka masih kesulitan dalam hal pendanaan. Karena itu, proposal yang diajukan kepada pihak penyelenggara PKM diharapkan bisa lolos dan terkabul.

Mahasiswa semester enam Prodi Teknik Informatika ini mengatakan, dalam aplikasi tersebut terdapat berbagai fitur menu yang bisa diakses masyarakat. Seperti, fitur edukasi, yang berfungsi sebagai media pembelajara. Fitur edukasi tersebutberisi tentang materi-materi seputar cara pencegahan stunting dan menjaga pola asupan gizi yang baik.

Di dalam aplikasi ini ada fitur video. Fitur ini berfungsi sebagai media edukasi melalui konten video dan membahas topik seputar kesehatan, khususnya mengenai stunting bersama narasumber dari berbagai sisi dengan latar belakang kesehatan.

Ada juga fitur podcast. Fitur ini berfungsi sebagai media edukasi dalam bentuk audio. Dengan fitur inipengguna dapat memilih topik yang ingin di dengarkan.

Audio ini, terangnya, dikemas dengan percakapan santai dan akrab. Namun demikian, percakapannya penuh informasi dari berbagai narasumber yang memiliki fokus pembahasan seputar kesehatan khususnya tentang stunting.

Yang terakhir, paparnya, ada fitur chat (umpan balik antara pengguna dan admin). Tujuan fitur ini agar masyarakat bisa berkonsultasi secara langsung terkait permasalahan yang mereka hadapi.

Remaja 20 tahun dari Dusun Saleh Sungkar, Desa Labuan Lombok ini mengatakan, ia bersyukur dukungan dari kampusnya sangat besar. Ia memaparkan, salah satu dukungan dari kampus, ketika proses persiapan mengikuti PKM, Dekan FIP lansung terjun sebagai pembimbing.

“Kalaupun misalnya nanti kami tidak lolos di PKM pendanaan 2020 ini, mungkin bisa dipersentasikan aplikasi ini ke kampus atau pihak terkait agar bisa bantu mewujudkannya,” terang Ishak.

Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNHAM Selong, Abdullah Muzakkar MSi mengatakan, keterlibatan kampus sampai saat ini sebagai penanggung jawab. Ia selaku Dekan FIP langsung sebagai pembimbing.

Ia mengatakan, kegiatan edukasi stunting di UNHAM melalui dua tahapan. Tahap awal di kampus telah diciptakan media dan perangkat pembelajaran tentang edukasi stunting. Media pembelajaran tersebut menang di PKM yang merupakan program tahunan dari Kemristekdikti dan sudah didanai.

Ia mengatakan, di tahun kedua ia mengembangkan media pembelajaran itu untuk menjangkau yang lebih luas lagi. Salah satunya dengan membuat aplikasi.

Ia mengatakan, dasar pemikiran edukasi stunting yang terjebak pada perspektif kesehatan. Saat ini edukasi yang ia ciptakan bersama mahasiswa merupakan perspektif pendidikan.

Ia mengatakan, agar orang mudah memahami dan mudah diajak, maka perlu adanya penanganan stunting melalui perspektif pendidikan.  “Hasil evaluasi tahap pertama, kita perlukan aplikasi yang tujuannya memudahkan  masyarakat mendapatkan edukasi tetntang stunting,” terangnya. (wartarinjani.net/TL/Red)

Berita ini telah tayang di wartarinjani.net dengan judul ” Tiga Mahasiswa Unhaz Ciptakan Aplikasi Stunting”