Pejuangmuda.com, Dompu – Menjelang berakhirnya puasa Ramadhan 1441 H, Ikatan Pelajar Mahasiswa Dompu (IPMD) dan Komunitas Pemuda Kadindi (KOMPAK) serentak menyantuni anak yatim. Acara tersebut bertempat di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Fathurrahman Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Acara yang diselenggarakan dua organisasi pemuda tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, TGH. Zinnurain, Q.H.

Ketua yayasan mendukung penuh agenda itu. Ia mengatakan bahwa yayasan selalu terbuka untuk dijadikan sebagi pusat kegiatan anak muda yang berkomitmen membangun daerah.

Menurutnya, pendirian yayasan bukan hanya untuk kegiatan belajar dan mengajar. Segala kegiatan positif yang mendorong kemajuan daerah juga dapat mengambil tempat di sana. Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk saling mendukung antara satu elemen dengan elemen yang lain.

Dalam ceramah singkat yang ia sampaikan, TGH. Zinnuraini berpesan bahwa anak muda adalah harapan bangsa. Nasib bangsa ke depan ada di tangan mereka. Oleh karena itu, anak muda harus punya inisiatif untuk bertindak demi kepentingan masyarakat.

Dalam berjuang, perlu memperhatikan beberapa hal dan menjadikannya sebagai prinsip. Pertama harus kompak. Setiap anggota dari organisasi perlu saling mendukung dan menguatkan antar satu dengan yang lain. Tidak boleh berjalan sendiri. Semua anggota harus taat pada keputusan bersama.

Menurutnya, sering terjadi hasil keputusan bersama yang telah diambil tidak diperhatikan oleh beberapa anggota. Akibatnya, organisasi bukan hanya sulit berkembang bahkan tidak berjalan sama sekali. Untuk itu, kompak dalam organisasi itu sangat diperlukan.

Kedua, berjuang harus tahan banting. Dia mencontohkan para pejuang kemerdekaan dahulu kala. “Soekarno misalnya, pernah dibuang ke mana-mana. Ia hanya tidak pernah dibunuh saja,” ungkapnya.

Pemuda dituntut meniru para pahlawan untuk memiliki semangat yang gigih. Selain itu, dia juga mencontohkan Ashabulkahfi yang teguh dalam mempertahankan keimananya. Mereka tidak takut walaupun harus berhadapan dengan penguasa yang zalim bahkan mendapat ancaman pembunuhan. Mereka tetap kukuh dalam pendirian.

Ketiga, berjuang juga harus siap dengan caci dan maki. Dalam berjuang, seringkali ada orang-orang yang dengki. Untuk itu, para pemuda harus siap untuk menghadapinya. Selama itu berdasarkan keputusan bersama dan demi kemaslahatan umat, jangan takut. Harus terus maju. Jangan mundur sedikitpun.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here