Lombok Timur, Pejuangmuda.com – Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Pancor melakukan aksi di depan kampus untuk menyuarakan suaranya terkait pihak kampus yang dinilai tidak transparan terhadap pengelolaan anggaran, Minggu, (28/06/20).

Presiden Mahasiswa IAIH NW Pancor, Lalu Ahmad Zainuddin Wathoni mengatakan setidaknya ada 4 tuntutan yang diminta oleh mahasiswa.

Diantaranya transparansi anggaran, seperti pengalokasian anggaran SPP, Biaya KKN dan Wisuda, kedua negosiasi dengan pihak lembaga untuk meringankan persyaratan UAS semester genap,  ketiga soal pembayaran SPP/UKT agar di kurangi di semester genap atau dimasa pandemi saat ini sebesar 30% melihat kondisi mahasiswa yang tidak menggunakan fasilitas kampus untuk belajar melainkan lewat media atau daring, dan terkhir  soal kinerja dosen yang tidak menjalankan daring sementara tetap mendapatkan biaya tambahan untuk perkuliahan Online.

“Harapannya SPP/UKT semester ini di kurangi, 50% atau sekurang-kurangnya 30% dari nominalnya. Dan pejabat kampus yang lalai juga tidak bertanggung jawab menjalankan tugasnya agar diganti, dan kita juga berharap transparansi pihak kampus tentang statuta kampus dan Info-info lainnya” Tutur Mahasiswa tingkat akhir ini.

“Dan kampus lebih intens melibatkan mahasiswa (perwakilan) dalam agenda-agenda penting seperti kegiatan Wisuda, Rapat penentuan anggaran orientasi mahasiswa baru/OPSPEK,” Imbuhnya

Menurut Wathoni, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah ini mengaku dengan aksi yang dilakukan tersebut dapat mempertemukannya dengan pimpinan lembaga. Sehingga bisa  menyampaikan poin-poin aspirasi mahasiswa dengan detail

“Dan setelah kita lakukan itu, Alhamdulillah pihak pimpinan tertinggi dari yayasan, memanggil kami dan akan mendengarkan beberapa keluhan yang akan kami sampaikan ke beliau-beliau besok pagi InsyaAllah, Tuturnya

Sementara  Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, H. Ahyan, SH., MH. saat di konfirmasi mengatakan sudah melakukan pemanggilan kepada jajaran Pengurus BEM dan mahasiswa yang terlibat dengan pemasangan spanduk  untuk klarifikasi dan audiensi.

Ahyan juga menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengeluarkan Surat Edaran yang salah satu isinya memberikan keringan atau potongan SPP sebesar 200 ribu dan denda juga dihapus bagi mahasiswa yang nunggak maupun telat membayar biaya kuliah.

“Berharap kepada mereka khususnya jajaran BEM dalam menyampaikan aspirasi dan berekspresi agar melakukannya dengan cara-cara yang bermartabat, konstruktif sesuai dengan koridor tata tertib dan kode etik mahasiswa,” Tutupnya (PM 01)

Share.

Leave A Reply