Intro Price! Get Pixwell WordPress Magazine Theme with ONLY $59

Pantai Mapak Indah, Destinasi Eduwisata yang Asyik di Pesisir Kota Mataram

Pejuangmuda.com, Mataram – Pantai “Penyu” Mapak Indah, di kawasan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, belakangan ini ramai dikunjungi dan menjadi destinasi eduwisata yang bisa jadi alternatif selama berwisata di Kota Mataram.

Memastikan pengunjung yang menikmati sore sambil menunggu panorama Sunset yang sempurna, di pantai ini ada belasan cafe container yang menawarkan beragam menu kuliner dan minuman ringan.

Tentu saja tersedia pula, tempat kongkow dengan space yang memadai di masing-masing cafe, dan beberapa spot foto yang menarik.

Suasana Pengunjung duduk santai sambil menunggu sunset tiba.

“Kita tahunya dari medsos ada yang posting Pantai Mapak Indah, dan sekarang kemari ternyata memang asyik. Ya serasa kita ada di Gili Trawangan ya,” kata Rudiantara, mahasiswa Universitas Mataram yang datang bersama empat rekannya di Pantai Mapak Indah.

Cafe-cafe container berjajar rapi berjarak di sepanjang pantai. Di depannya sederetan kursi balon berisi stereofoam berwarna-warni, menciptakan keindahan dan terkesan bersih.

Rudi mengaku lebih nyaman menghabiskan sore di Pantai Mapak Indah lantaran ada mushola dan tersedia sarana toilet yang memadai di pantai ini.

Pantai “Penyu” Mapak Indah mulai terkenal akhir 2019 lalu. Disebut Pantai Penyu, karena di kawasan ini terdapat penangkaran penyu swadaya masyarakat yang dikelola oleh Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M).

Menikmati sunset di pesisir pantai.

Selain ada lahan penetasan telur penyu, sebuah kolam penangkaran penyu berukuran sekitar 3 x 6 Meter uga menjadi objek menarik bagi pengunjung.

“Konsep yang kami kembangkan adalah eduwisata. Pengunjung bisa menikmati keindahan alam, sambil mendapat pengetahuan tentang penyu ini,” kata Ketua KP2M, H Mahendra Irawan.

Kawasan pantai Mapak Indah memang merupakan habitat dan lokasi bertelur penyu. Tiga jenis penyu yang kerab muncul adalah penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik.

Menurut Mahendra, dulunya masyarakat mengambil telur-telur penyu untuk dijual ke pasaran. Tapi sejak 2018 silam, setelah KP2M terbentuk, kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa langka dilindungi ini semakin meningkat.

“Telur-telur penyu yang tadinya diambil untuk dijual, kemudian mulai kami kumpulkan dan tetaskan untuk ditangkar. Dalam usia yang cukup penyu-penyu dipenangkaran kemudian kami lepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Mahendra Irawan.

Semangat konservasi ini akhirnya mendapat dukungan dari sejumlah pihak antara lain dari PLN NTB yang kemudian membantu membangun sarana penangkaran di kawasan itu.

Penangkaran Penyu di Pantai Mapak Indah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Berdasarkan catatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, setidaknya tercatat 400 hingga 600 orang pengunjung yang datang setiap hari. Jumlah itu akan meningkat hingga dua kali lipat di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. (gra)