Lombok Timur, Pejuangmuda.com – Pondok Pesantren Al-Madani Lombok (Pusat Pembibitan Penghafal dan Pemangku Al-Quran) menerapkan protokol kesehatan covid-19 dalam menggelar sejumlah acara. Termasuk pada peringatan 7 hari meninggalnya almarhumah Ummi Musta’ah binti HM Thayyib dan Walimatul Aqiqah dan Khitan Nathan Afkar Tamamy di areal Pesantren, Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Minggu (19/7).

Dalam acara tersebut hadir tamu-tamu VIP seperti Sekda Lombok Timur, Ketua Baznaz Lombok Timur, Ketua Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah (FKAT), Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Ust. Muhammad Tuzri selaku Kepala SMP Islam Al-Madani dan Ketua Pembina Asarama menjelaskan, perincian protokol kesehatan yang dilakukan oleh pesantren secara berskala.

“Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di beberapa tempat strategis dan sering diakses, santri dan pengunjung harus gunakan masker dan menggunakan hand sanitizer,” jelasnya.

Begitu sampai gerbang utama juga terlihat ada santri bagian keamanan yang jaga serta mengecek semua tamu yang berdatangan menggunakan termometer (cek suhu). Jika kondisi sehat baru diizinkan masuk ke area pesantren.

Pengurus pesantren juga tetap mengimbau kepada seluruh tamu dan santri untuk tetap menjaga jarak (sosial distancing). Korsi yang disediakan pun ditata agar berjarak 1 meter. (PM01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here