Wapresma Universitas Hamzanwadi Hadiri Pelatihan Jurnalistik di Desa Pengadangan

Lombok Timur, Pejuangmuda.com – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi menggelar Sharing Sessions di Acara Pelatihan Jurnalistik yang bertajuk “The Power of Journalism, Satu Goresan Sejuta Perubahan”, di Desa Pengadangan Lombok Timur, Sabtu (10/7/2021).

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik tersebut terlaksana atas inisiatif Kelompok 38 KKN Universitas Hamzanwadi untuk membuat Kampung Media, kolaborasikan bersama Pemerintah Desa Pengadangan dan Media Warta Rinjani (WR). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Desa dan Pimpinan Redaksi WR untuk memberikan materi yang akan berlangsung sampai tiga hari ke depan.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Ishak Baedhowi hadir memberikan sambutan sekaligus materi tentang Peran media dan urgensinya dalam pembangunan daerah. Karena ia menilai peran media sangat penting dalam upaya memajukan daerah terutama desa itu sendiri.

Melalui pemberitaan media yang baik lanjut dia, dan kreativitas anak mudanya, masyarakat bisa mengetahui perkembangan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Di era digital dan serba media seperti sekarang ini, rasanya hampir setiap orang mampu membuat dan mempopulerkan kontennya sendiri. Kemampuan kita (jurnalis) untuk memilah dan memilih informasi, kemampuan untuk bisa membedakan, dan mencari kebenaran, itu menurut saya semakin penting di tengah hutan belantara informasi saat ini,” papar alumnus Ponpes Al-Madani Mamben Lauk Lotim tersebut.

Sementara Kepala Desa Pengadangan, Iskandar mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi. Jurnalis kata Iskandar, penyebar informasi. Oleh karena itu, kehadiran jurnalis menjadi bagian penting dalam menyebarkan informasi terutama potensi yang ada di Desa Pengadangan, bahkan di Indonesia.

“Sebenarnya Desa Pengadangan tidak kalah dengan desa-desa lainnya di Lombok Timur. Apalagi, Desa Pengadangan telah dijuluki sebagai Kampung Santri. Sayangnya, banyak yang belum tahu, Desa Pengadangan sebagai Kampung Santri yang dilaunching oleh Gubernur NTB beberapa waktu lalu,” katanya. ***