Oleh : DS Aji, penikmat puisi yang suka merenung di tepi bengawan solo. Sekarang bergiat di Lesbumi Kota Surakarta dan Komunitas Sastra Serat.
Seorang gadis perawan bertudung candik ayu
Tersenyum ramah maghrib itu
Matanya menyiratkan keteduhan
Sedang peluknya hangat kasih Tuhan
Oh gadis yang lahir dari rahim nubuah
Suaramu ialah selawat
Bagi mereka yang arif meruwat air suci perwitasari
Yang bermuara di hati samudera
Namun
Kutulis risalah ini sebagai pengingat
Yang teramat keramat
Bagi mereka yang serakah
Oh gadis yang menyanyikan puisi
Aku menghirup wangi nafasmu
Mencecap anggur kesabaran yang menitik lembut bibirmu
Hingga akhirnya terlelap di pangkuanmu
Sala, Februari 2020