MENU
OPINI  

TGB: Kejahatan PKI Itu Nyata, Tapi…

topik PKI seakan telah menjadi rutinitas tahunan yang selalu ramai di perbincangkan.

Pejuangmuda.com – Setiap memasuki bulan September, isu komunis: dalam hal ini PKI, selalu menjadi topik hangat baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Di warung kopi ataupun di tempat-tempat bergengsi.

Topik PKI ini seakan telah menjadi rutinitas tahunan yang selalu ramai diperbincangkan. Puncaknya pada 30 September. Peringatan G30S/PKI.

Seruan dan ajakan nonton bareng film yang mengangkat kisah kelam para jendral yang dibantai sama PKI pada tempo dulu inipun ramai disuarakan. Karena film, tentu tidak akan bisa menggambarkan kejadiannya secara utuh.

Meski demikian, lewat film garapan Arifin C. Noer berdurasi 4 jam 25 menit yang dirilis tahun 1984 itu setidaknya bisa mengilustrasikan betapa jahatnya yang dilakukan oleh kelompok PKI pada masa itu.

Setidaknya ada 7 Jendral TNI yang menjadi korban kekejaman PKI yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia. Ada Jendral Ahmad Yani, MT. Haryono, DI Panjaitan, S Parman, Soeprapto, Soetoyo, dan Pierre Tendean.

Salah seorang cendekiawan muslim Dr. Muhammad Zainul Majdi juga turut berkomentar terkait dengan masalah PKI ini.

Menurut cucu Pahlawan Nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid itu, kejahatan PKI itu nyata dan menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Kejahatan PKI itu nyata. Dua tahun setelah kemerdekaan mereka melakukan pemberontakan. Banyak kiyai-kiyai juga dibunuh. Untuk sesuatu yang pernah terjadi ini maka kita mesti waspada,” Jelas pria yang akrab di sama TGB itu di penghujung kajian rutin tafsir al qur’annya, Jum’at, 2 Oktober 2020 di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB Mataram.

Suatu idiologi atau paham tertentu, lanjut TGB, meskipun sudah dilarang secara hukum di suatu negara, namun ia tidak akan hilang begitu saja.

“Untuk itu kita harus waspada. Waspada dalam artian bahwa ancaman itu bisa saja terjadi lagi,” ucapnya.

Meski kita harus waspada, lanjutnya, tapi, jangan sampai kewaspadaan kita itu juga berlebih yang berakibat pada permusuhan antar sesama anak bangsa.

“Jangan sampai kewasapadaan yang berlebih itu kemudian menciptakan anggapan dalam diri kita bahwa semua anak PKI itu lantas menjadi PKI yang harus kita musuhi. Tidak demikian,” jelasnya.

Gubernur NTB dua periode (2008-2018) ini menyebut, jika berkaca pada sejarah Islam, tidak semua orang yang memusuhi Rasul SAW itu lantas kemudian semua keturunannya menjadi jahat. Ada yang justru menjadi garda terdepan dalam membela Islam. Seperti Ikrimah anaknya Abu Jahal. Begitupun sebaliknya.

“Dalam Islam, tidak ada istilah dosa turunan yang diwariskan kepada keturunannya. Karena setiap orang tidak pernah memilih terlahir dari orang tua yang mana,” jelas Doktor Tafsir al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini.

Mataram, 2 Oktober 2020

Penulis Zulbajang